Judi hingga ujung Indonesia pun akan dilarang keberadaannya sehingga para pelakunya memainkannya secara sembunyi-sembunyi. Dan hal itu dilakukannya hingga saat ini meskipun sudah bisa dimainkan secara online. Namun perkembangannya semakin meluas dengan adanya judi online, sebab siapa saja bisa mengakses situs judi tersebut dan memainkannya tanpa diketahui identitas aslinya.

Sejarah judi di Indonesia

Semua orang mengetahui jika judi adalah hal yang dilarang baik oleh agama maupun pemerintah, sehingga pelakunya bisa dikenakan hukuman. Judi yang mempertaruhkan harta seperti uang atau benda berharga lainnya untuk suatu permainan. Tidak seperti sekarang permainan judi sudah sangat beragam, dahulu judi biasanya hanya memilih diantara beberapa pilihan. Jika salah pilih maka akan kalah dan taruhannya akan diambil oleh yang pilihannya benar.

Judi di Indonesia dimulai pada masa kerajaan yang dibawa oleh para pedagang china yang berdagang di Indonesia. Pada masa itu hanya rakyat jelatalah yang memainkannya judi tersebut dengan harta yang dimiliki sebagai taruhannya. Mengapa rakyat jelata yang banyak bermain judi? Tentu alasan klasik yang utamanya karena nilai kemenangan yang besar yang membuatnya tergiur untuk bermain judi.

Munculnya judi togel di Indonesia

Ketika memasuki tahun 1960an Indonesia dihebohkan dengan judi lotre yang melibatkan hampir seluruh masyarakatnya. Saat itu memang disebut dengan lotre namun yang sebenarnya adalah judi toto yang dikenal dengan 2d, 3d dan 4d atau as, kepala kop dan ekor. Namun saat itu masyarakat Indonesia lebih memilih pasang angka pada ekor sehingga dikenal dengan judi buntut.

Akan tetapi pada tahun 1965 lotre kemudian dilarang dan dianggap sebagai subversi sehingga tidak ada yang berani melakukannya. Namun pada tahun 1968 lotre kembali dibuka dalam rangka pengumpulan dana untuk pon tahun 1969. Yang akhirnya tahun 1974 kembali dilarang aktivitasnya dan pemerintah mulai melakukan studi banding selama 7 tahun dengan kegiatan forecast inggris. Dan akhirnya pada tahun 1985 beredarlah di masyarakat kupon porkas sepakbola yang pengundian pertama pada 11 Januari 1986 dengan dana mencapai 1 milyar saat itu.

Pada tahun 1987 porkas berubah menjadi ksob atau kupon sumbangan olahraga berhadiah dan berhasil mengumpulkan dana hingga 221,2 milyar dari masyarakat selama 11 bulan saja. Kemudian pada Januari 1989 kupon tersebut dihentikan peredarannya dengan memperoleh dana hampir 1 triliun. Dengan uang dalam jumlah besar seperti itu tentunya membuat semua orang tertarik untuk mendapatkannya. Karena itulah meski sudah banyak pertentangan tetap saja ada yang berusaha mempertahankan keberadaan judi terselubung itu.

Hal ini dibuktikan dengan munculnya berbagai ide serupa dengan nama yang berbeda seperti sistem asuransi yang berlaku 1 minggu dan lain sebagainya. Namun pada akhirnya muncul sdsb yang sifatnya sumbangan namun berhadiah. Dan akhirnya pemerintah membekukan dan mencabut izin sdsb setelah sebelumnya banyak protes dari berbagai kalangan masyarakat termasuk mahasiswa.

Munculnya judi online

Perjudian yang semakin dilarang keberadaannya di tengah masyarakat tersebut, membuat banyak pelakunya bermain secara sembunyi-sembunyi. Kemudian para bandar besar dari negara tetangga mulai membuat situs judi yang menyediakan beragam permainan judi. Sehingga para pemain judi darat bisa bermain judi secara online tanpa diketahui orang banyak termasuk juga para aparat. Dan akhirnya judi online tersebut semakin berkembang di Indonesia karena bermain bisa dengan menggunakan perangkat komputer atau ponsel berbasis internet.